Minggu, 10 Oktober 2010

product

Mesin Tepat Guna, Meningkatkan Nilai Tambah Komoditi Pertanian

Teknologi Industri  Tagged , Juni 15th, 2010 Ketika saatnya panen tiba, para petani menyambutnya dengan rasa suka cita. Apalagi kalau tanaman pertanian yang mereka tanam memberikan hasil yang tinggi dengan kualitas yang memuaskan. Namun kegembiraan para petani itu seringkali dibayangi kesedihan dan kekecewaan, karena biasanya pada saat musim panen raya harga berbagai produk pertanian merosot tajam. Penyebabnya tidak lain adalah mekanisme pasar khususnya menyangkut kekuatan pasokan (supply) dan permintaan (demand). Pada saat musim panen raya pasokan produk pertanian sudah pasti mengalami kenaikan sedangkan permintaannya relatif tetap.
200808293
Kondisi tersebut seringkali mengakibatkan petani tidak berdaya dan hanya pasrah terhadap mekanisme pasar yang terjadi. Petani tidak memiliki pilihan lain kecuali menjual hasil panernnya walaupun dengan harga yang sangat murah. Padahal untuk menghasilkan panen yang baik itu diperlukan biaya produksi yang tidak sedikit dengan kecenderungan yang terus meningkat.
Kejadian tersebut selalu berulang setiap musim panen tiba dan petani selalu tidak berdaya menghadapi mekanisme pasar yang terjadi. Akibatnya, usaha tani yang digelutinya pun tidak lagi mendatangkan keuntungan, malah sebaliknya sering menimbulkan kerugian. Kondisi yang terus-menerus berlangsung setiap musim panen itu telah mendorong para petani jatuh ke dalam jurang kemiskinan yang permanen.
2008082911
Situasi tersebutlah yang menjadi keprihatinan bagi M. Sauki, seorang pengusaha industri mesin pengolah hasil pertanian. Sauki yang merasa prihatin dengan nasib para petani di Indonesia merasa terpanggil untuk memproduksi mesin-mesin pengolah hasil pertanian agar dapat membantu petani meningkatkan nilai tambah hasil pertaniannya sekaligus dapat mengatasi dampak negatif dari mekanisme pasar. Karena itu, Sauki yang semula bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan konstruksi, sejak tahun 1999 menceburkan dirinya secara total menggeluti industri pembuatan mesin teknologi tepat guna.
Selama dua tahun (sejak tahun 1997) Sauki merintis usaha barunya itu dan pada tahun 1999 secara resmi berdiri PT Agro Tunas Teknik. Sauki betul-betul membangun perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur mesin-mesin teknologi tepat guna untuk pengolahan komoditi pertanian itu dari bawah. Walaupun pada tahap-tahap awal beroperasinya, perusahaan itu sempat tersendat-sendat, namun Sauki tetap terus berusaha mengembangkan perusahaannya itu.
2008082921
Berbagai mesin teknologi tepat guna pun berhasil dikembangkan Sauki hingga produk mesinnya kini sudah mulai banyak dikenal orang, baik kalangan petani maupun kalangan pengusaha yang ingin bergerak di industri pengolahan komoditi petanian. Hingga saat ini Sauki telah berhasil merancang dan memproduksi ratusan jenis mesin teknologi tepat guna, mulai dari mesin yang digerakkan secara manual sampai mesin yang digerakkan secara otomatis dengan penggerak mesin listrik yang dilengkapi dengan panel kontrol. Kendati demikian, PT Agro Tunas Teknik kini lebih banyak (95%) memproduksi mesin-mesin yang digerakkan secara otomatis (mesin otomasi), sedangkan kegiatan produksi mesin yang digerakkan secara manual hanya tinggal 5% saja.
2008082931
Beberapa jenis mesin teknologi tepat guna hasil rancangan PT Agro Tunas Teknik diantaranya mesin penghancur sampah organik (jerami, sisa tumbuhan, kotoran ternak dan lain-lain), mesin crusher plastik, granulator (pembuat granul pupuk kompos), chopper, chopper slicer, pencetak pellet, mesin pengiris serba guna, super slicer, pengiris manual, mesin penepung, hummer mill, mensin pengayak/vibrator, separator, mixer, vacuum evaporator, centrifuge, berbagai jenis mesin pengepres, mesin penyaring (filter), mesin sterilisasi, mesin penggilingan padi, berbagai jenis mesin pengering, mesin penyanggrai, mesin oven dan lain-lain.
Walaupun Sauki telah berhasil merancang ratusan mesin pengolah hasil pertanian teknologi tepat guna, namun hanya sekitar 20-an jenis mesin yang kini banyak laku di pasaran. Selebihnya merupakan mesin-mesin pesanan khusus dari kalangan pelanggan. Produk-produk mesin pengolah hasil pertanian teknologi tepat guna hasil rancangan Sauki dipasarkan ke seluruh pelosok Indonesia dengan menggunakan merek sendiri, yaitu ATT yang merupakan singkatan dari Agro Tunas Teknik.
200808294
Kini perusahaan milik Sauki itu telah memiliki karyawan tetap sebanyak 30 orang. Dengan dukungan para karyawan sebanyak itu, Sauki mampu memproduksi mesin-mesin teknologi tepat guna rata-rata sebanyak 200 unit per bulan. Namun demikian, jika pesanan pembuatan mesin sedang banyak, Sauki biasanya tidak hanya memanfaatkan fasilitas produk PT Agro Tunas Teknik namun juga memanfaatkan fasilitas-fasilitas produksi serupa di perusahaan milik mitranya dengan tetap mendapat kawalan teknologi dan pengawasan mutu dari PT Agro Tunas Teknik.
Mesin-mesin teknologi tepat guna untuk pengolahan hasil pertanian buatan PT Agro Tunas Teknik umumnya memiliki kandungan lokal (local content) sekitar 80% dan hanya sekitar 20% dari komponen itu yang masih harus didatangkan dari luar negeri. Berbagai komponen khususnya material baja dan sejumlah komponen lainnya dapat diperoleh dari dalam negeri sendiri. Namun demikian masih ada sejumlah komponen tertentu yang masih harus diimpor dari luar negeri seperti panel kontrol dan berbagai komponen di dalamnya, campuran logam khusus untuk pembuatan bilah-bilah pisau pemotong (blade) dan berbagai komponen elektrik dan motor listrik.
200808295
Mengenai harga mesin hasil produksinya, Sauki mengatakan harga mesin-mesin tersebut sangat bervariasi menurut ukuran/dimensi, manfaat/kegunaan, kecanggihan teknologi dan lain-lain yang tentunya hal itu semua memberikan kontribusi terhadap biaya produksinya. Berbagai mesin ciptaan Sauki itu dijual mulai dari harga ratusan ribu rupiah (untuk mesin manual sederhana) sampai ratusan juta rupiah (untuk mesin berteknologi canggih dengan kapasitas yang cukup besar).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar