Tampilkan postingan dengan label 5 place. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5 place. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Oktober 2010

Bagaimana Memilih Lokasi Usaha?

Beberapa minggu yang lalu Toko Addina kehadiran rekan dari TDA Bekasi yaitu Pak Dody. Kami berdiskusi seputar memulai usaha di kios atau toko. Ada satu pertanyaan yang masih terngiang dan masih terus terpikir yaitu bagaimana cara memilih lokasi untuk membuka kios?
Kalau kembali kilas balik saat pertama membuka kios Addina, saya tidak punya kriteria yang sistematis dalam memilih kios. Ketika saya dan istri saya sudah memutuskan untuk segera memulai usaha, saya hanya lihat-lihat dan menginventarisir kios-kios yang dikontrakkan di sekitar Pasar Perumnas Klender. Kemudian saya amati trafik di depan masing-masing kios. Dan dengan menggunakan feeling saya banding-bandingkan kios2 yang akan jadi target.
Baru kemudian setelah mantap dengan salah satu pilihan,saya tanya harga sewa dan nego dengan penyewa. Dengan pertimbangan: harga sewanya masuk dalam perhitungan, maka kamipun deal.
Untuk deal-nya sendiri, saya masih mencoba menawar untuk mendapatkan keringanan pembayaran. Maksudnya uang sewa tidak dibayar sekaligus, tapi minta di cicil dalam beberapa bulan. Akhirnya kami sepakat untuk mencicil dalam 3 bulan. Hal ini sangat meringankan pembayaran dan bahkan untuk bulan kedua dan ketiga, saya membayar sewa kios tidak murni dengan uang tabungan (modal awal), tapi sebagiannya bisa kami bayar dengan keuntungan penjualan bulan pertama dan kedua.
Memang untuk membuka toko off-line, lokasi fisik menjadi sangat penting. Karena kita benar-benar bergantung pada trafik dan kunjungan orang secara langsung. Semakin banyak orang yang lalu-lalang di sekitar kios, asumsinya akan semakin mudah menarik orang untuk masuk dan melihat-lihat ke toko kita (leads semaking besar).
Cuma, umumnya harga sewa lokasi yang strategis (yang trafiknya tinggi) berbanding lurus dengan harga sewanya. Padahal bagi pemula, modal biasanya masih terbatas sehingga bisa-bisa modal habis terpakai hanya untuk sewa. Kalau tidak ada kendala modal tentu saja lebih baik langsung mencari lokasi-lokasi yang sudah pasti ramai dan strategis.
Waktu pertama kali hunting kios. yang saya cari adalah lokasi yang terjangkau harga sewanya dan dekat dengan keramaian. Lokasi kios pertama saya, memang ada di dekat pasar perumnas Klender, tapi bukan berada di jalan utama, bukan di jalan yang trafiknya tinggi. Sehingga uang sewanya realatif lebih terjangkau.
Yang membuat kami beruntung, meskipun bukan berada di jalan besar, di sekitar kami belum ada toko sejenis / serupa, sehingga belum ada persaingan. Jadinya, sambil belajar kami bisa memanfaatkan keunggulan yang lain (selain lokasi) sebagai daya jualnya. Sehingga kami bisa mengoptimalkan penjualan.
Alhamdulillah usaha kami bisa berkembang, dan kami mulai memikirkan untuk pindah lokasi ke tempat yang lebih ramai setelah punya cukup modal dari keuntungan di kios pertama. Apalagi setelah munculnya pesaing di sekitar kami, maka keputusan kami untuk pindah ke ruko yang lebih besar kami nilai sangat tepat.
Oh ya saya ingat salah satu nasehat, untuk mencari lokasi jangan terpatok hanya pada keramaian jalannya, tapi perhatikan juga orang-orang yang lalu lalang tadi kira-kira mungkin atau tidak, mau berhenti dan mampir ke toko kita. Contohnya begini, ada calon pengusaha aksesoris motor, yang di cari tentu jalan yang trafik sepeda motornya ramai. Setelah dapat lokasi yang dianggap cocok, dibukalah toko aksesoris motor.
Berhari-hari setelah toko dibuka, penjualannya sangat kecil. Selidik punya selidik, ketahuan bahwa memang trafik pengendara motor di jalan itu sangat ramai. Tapi jarang yang mau berhenti karena mereka memang cuma lewat untuk pulang dan pergi kerja. Nah setelah dipindah tokonya ke lokasi lain, tokonya mulai maju. Karena berada di dekat perumahan dan tokonya justru ramai bukan oleh orang yang lalu lalang tapi memang orang yang benar-benar mau beli aksesoris dan mereka melakukannya di waktu-waktu luang (bukan dalam perjalanan pulang pergi ke kantor).
Kesimpulannya, untuk mengawali berjualan di toko atau kios, sesuaikan lokasi dengan target dan modal yang kita miliki. Kalau sudah berjalan dan menguntungkan, bersiaplah untuk pindah ke lokasi yang lebih besar dan lebih strategi. Tentu saja kesimpulan ini bukan patokan, hanya pengalaman saya pribadi. Mungkin pengalaman yang akan Anda peroleh akan berbeda dan unik, karena memang bisnis bukanlah ilmu pasti tapi boleh dibilang merupakan ketrampilan (skill) dan seni.
Salam FUNtastis & Merdeka!

Memilih Lokasi Usaha yang Strategis

Bagi Anda yang ingin membangun wirausaha ada baiknya membaca tips berikut :
* Lokasi: lokasi untuk tempat usaha sangat menentukan tingkat keberhasilan usaha anda.
* Kepadatan Penduduk : Berapa total jumlah penduduk dan apakah masih memiliki ruang untuk tumbuh. Berapa lama populasi / penduduk di area tempat usaha?
* Penghasilan:Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat. Berapa income pendudukan yang ditargetkan dari tempat usaha anda.
* Jumlah Usaha: Adakalanya lokasi tempat usaha yang dipilih merupakan pusat atau sentra perdagangan. Apakah banyaknya usaha berpengaruh pada lokasi?
* Tempat: Apakah kebanyakan franchisee yang sukses berada di lokasi franchise seperti di dalam mal, di bagian yang paling ramai, di bagian terpisah dari mal, stand atau bangunan tersendiri atau di sentra industri?
* Jumlah Traffic: Berapa kendaraan yang lalu lalang di lokasi itu setiap harinya?Apakah lokasi mudah diakses?
* Pusat Kedatangan :Jika lokasi berada di bagian mal, kebanyakan pusat lal lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet makanan. Kadang-kadang di seberang jalan mal juga menjadi tempat yang dipenuhi orang lalu lalang dan biasanya harga sewa lebih murah.
* Zona : Jika lokasi tempat usaha yang dipih bukan daerah perdagangan atau tidak cocok dengan usaha anda, sebaiknya tidak dipaksakan. Apakah zona lokasi cukup pantas untuk bisnis anda?
* Kompetisi: Perlu juga anda kenal kompetisi apa yang terdekat dengan usaha anda
* Appearance: Apakah area lokasi cukup bersih dan terkendali? Apakah lingkungannya cukup baik?
eubali.com

Incoming search terms for the article:

lokasi usaha yang strategis (7), menentukan tempat usaha yang strategis (6), strategi lokasi usaha (6), Menentukan tempat usaha yang strategis dalam berwirausaha (4),strategi tempat (3), artikel tentang lokasi usaha (3), artikel strategi usaha (3), artikel tempat usaha (2), Usaha yang strategis (2), lokasi strategis dalam berwirausaha (2),makalah tentang memilih lokasi yang tepat untuk mendirikan rumah (2), memilih lokasi bisnis yang strategis (2), Tempat usaha yang strategis (2), penentuan tempat usaha strategis (1), menetapkan tempat usaha yang paling strategis (1), penentuan lokasi usaha(1), strategi lokasi rumah makan di indonesia (1), strategi lokasi dalam membangun usaha(1), mengapa wirausaha memilih tempat yg strategis (1), Seperti apa tempat yg strategis untuk usaha (1), strategi lokasi (1), strategi memilih lokasi usaha (1), strategi lokasi- penentuan rumah makan (1), USAHA (1), tip memilih lokasi usaha (1), tempat usaha yang strategis untuk makanan (1), tempat usaha yang strategis bagi usaha dagang (1), tempat usaha makanan strategis (1), tempat usaha dagang makanan di mall (1), tempat strategis untuk usaha (1), tempat di bali yang paling strategis di bali untuk usaha makanan (1),tempat atau lokasi usaha (1), strategi memilih tempat usaha (1), menentukan tempat srategis untuk rumah makan (1), memilihlokasiusaha (1), kewirausahaan menentukan tempat usaha (1), kepentingan memilih lokasi (1), faktor penentuan lokasi usaha makanan(1), cara memilih lokasi usaha yang strategis (1), Bagaimana menentukan tempat usaha yang strategis dalam berwirausaha (1), artikel yang startegis untuk usaha (1), artikel usaha anda (1), apa yang di maksud dengan tempat usaha yang strategis? (1), artikel strategi lokasi (1), artikel lokasi strategi (1), artikel lokasi industri yang strategis (1), lokasi strategis singapore tempat makan (1), lokasi strategis usaha makanan (1), lokasi tempat usaha (1), memilih lokasi usaha makanan di kota (1), memilih lokasi usaha (1), memilih lokasi untuk membuka usaha (1), memilih lokasi tempat usaha (1), memilih lokasi rumah makan (1), makalah strategi lokasi (1), makalah memilih lokasi usaha (1), lokasi yang strategis untuk usaha rumah makan (1), lokasi yang paling ramai dan strategis untuk usaha makanan di bali (1), lokasi usaha yang strategis dalam berwirausaha (1), lokasi usaha bisnis (1), artikel lokasi indonesia (1)

Strategi Memilih Lokasi Usaha

Dalam strategi pemasaran, adanya pemilihan lokasi usaha yang strategis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran dari sebuah usaha. Semakin strategislokasi usaha yang dipilih, semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah usaha. Begitu juga sebaliknya, jika lokasi usaha yang dipilih tidak strategis maka penjualan pun juga tidak akan terlalu bagus.
Untuk itu sebelum Anda memulai sebuha usaha, pilih terlebih dahulu tempat usaha yang paling tepat untuk pemasaran usaha Anda. Lakukan riset dan bandingkan beberapa pilihan tempat sebelum akhirnya Anda menentukan lokasi yang paling strategis bagi usaha Anda. Berikut beberapa faktor yang sebaiknya Anda perhatikan, sebagai bahan pertimbangan strategi memilih lokasi usaha.
1. Tingkat kepadatan penduduk sekitar lokasi
Usahakan memilih lokasi usaha yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Semakin tinggi kepadatan penduduk di suatu lokasi, maka semakin besar pulapotensi pasar sebuah usaha. Coba saja bandingkan pendapatan usaha yang lokasinya di daerah pedesaan dengan usaha yang berada di daerah perkotaan, omset yang diperoleh akan sangat jauh berbeda.
2. Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi
Besar pendapatan masyarakat yang ada di sekitar lokasi juga mampu mempengaruhi usaha yang akan Anda bangun. Sebab, tingkat pendapatan masyarakat juga akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen. Jika Anda ingin menjalankan usaha dengan produk yang harganya sedikit tinggi, sebaiknya pilih lokasi yang daya belinya cukup tinggi ( misalnya di kota – kota besar ). Sedangkan bila ingin menawarkan produk dengan harga yang relative murah, tidak akan jadi masalah jika Anda memilih lokasi usaha yang daya beli masyaratnya kurang untuk. Karena konsumen di daerah tersebut lebih mementingkan harga murah, dibandingkan memperhatikan kualitas produk yang dijual.
3. Memperhatikan tingkat keramaian lalu lang kendaraan yang lewat
Perhatikan trafik lalu lalang kendaraan atau pejalan kaki yang lewat, karena hal ini juga mempengaruhi jenis usaha yang cocok di daeah tersebut. Untuk daerah yang dilalui pejalan kaki, usaha toko kelontong atauusaha minuman dingin cocok untuk dibangun di daerah tersebut. Sedangkan untuk lokasi yang banyak dilalui kendaraan bermotor, bisa mencoba usaha bengkel yang lebih dibutuhkan. Sesuaikan jenis usaha Anda dengan para konsumen yang lalu lalang di lokasi tersebut.
4. Banyaknya usaha yang menduukung lokasi tersebut
Semakin banyak usaha yang ada di sekitar lokasi, maka konsumen yang datang ke lokasi tersebut juga semakin ramai. Karena di lokasi tersebut terdapat berbagai macam usaha yang menyediakan produk yang berbeda pula, sehingga para konsumen lebih tertarik datang ke lokasi yang terdapat berbagai macam usaha. Misalnya saja lokasi pasar, atau mall yang selalu ramai pengunjung.
5. Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan dipilih
Biasanya lokasi usaha yang ada di keramaian seperti mall, atau di pinggir jalan yang strategis harga sewanya lebih mahal dibandingkan lokasi usaha yang kurang strategis. Untuk itu sesuaikan dana yang Anda miliki, dengan lokasi usaha yang di pilih. Jangan memilih lokasi yang harga sewanya mahal, tetapi ternyata tidak ramai pengunjung.
6. Pilih lokasi usaha yang tingkat kompetisinya rendah
Jika di lokasi tersebut sudah banyak usaha yang sejenis dengan usaha Anda, sebaiknya lokasi ini dihindari. Namun jika Anda yakin karena posisinya yang sangat strategis, Anda harus siap bersaing dengan menciptakan inovasi baru yang dapat membedakan usaha Anda dengan usaha lain yang sejenis.
7. Perhatikan pula akses menuju lokasi usaha
Usahakan pilih lokasi yang mudah di akses oleh para konsumen. Jika memungkinkan, pilih lokasi usaha yang dilalui transportasi umum. Agar konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau lokasi usaha Anda.
8. Tingkat keamanan yang mendukung
Lokasi usaha yang aman juga menambah kenyamanan para konsumen. Mereka tidak akan ragu meninggalkan kendaraan mereka di tempat parkir, dan bisa meninkmati pelayanan usaha Anda dengan merasa nyaman. Dengan lingkungan yang aman, Anda bisa mengurangi resiko pencurian maupun perusakan yang bisa terjadi pada usaha yang ada di lokasi kurang aman.
9. Dan yang ke-9 adalah, perhatikan kebersihan lokasi usaha
Konsumen tidak akan mengunjungi sebuah toko, warung ataupun sebuah outlet yang berada di lingkungan kotor atau kumuh. Mereka akan merasa ragu untuk membeli produk Anda. Untuk itu jaga kebersihan lingkungan sekitar Anda, agar konsumen merasa nyaman berkunjung ke lokasi usaha Anda.
Tips
Sebelum membuka usaha sebaiknya Anda harus mengetahui apakah bangunan yang disewa atau yang Anda dirikan semua perijinannya sudah beres, seperti ijin mengenai analisa dampak lingkungan ( AMDAL ), ijin mendirikan bangunan ( IMB ), serta ijin gangguan ( HO ). Agar tidak terjadi kejadian tidak terduga, yang akan merugikan usaha yang Anda jalankan. Banyaknya peristiwa tempat usaha yang dihancurkan hanya karena tidak memiliki ijin, dapat menjadi pelajaran penting bagi Anda yang sedang mencari lokasi usaha.  Salam sukses.

Rahasia Cara Memilih Tempat Lokasi Usaha yang Menguntungkan

Long weekend yang panjang. Dari hari kamis sampai minggu semua orang mendadak berubah hobinya menjadi pesiar. Akhirnya saya ketularan juga, ikut-ikutan “pesiar di kamar tidur”.
Ok, setelah libur panjang minggu kemarin, alhamdulillah sekarang saya bisa posting artikel tentang bagaimana pemilihan lokasi usaha yang tepat.
Kalau kata para pakar marketing, place atau lokasi usaha adalah salah satu elemen penting dalam 4P. Sekarang saya akan bagikan kepada anda bagaimana caranya agar anda bisa memilih place dalam 4P tadi dengan tepat.
  1. Langkah pertama, begitu anda sudah ketemu lokasi usahanya, tulis alamatnya dengan lengkap supaya anda tidak lupa jika di kemudian hari anda mengecek ulang lokasi bisnis tersebut.
  2. Setelah itu, catat nama, alamat, no telepon makelar, contact person atau apapun yang bisa anda hubungi dengan segera.
  3. Tanyakan berapa biaya per meter persegi atau tanyakan berapa biaya lokasinya, entah anda mau sewa atau mau beli.
  4. Cari tahu sejarah lokasi usaha tersebut. Contohnya jika anda akan menyewa kolam ikan, tanyakan 3 tahun yang lalu apakah aliran sungainya pernah kering.
  5. Perhatikan lokasi bisnis yang anda bidik tadi dengan target atau pasar sasaran bisnis anda. Misalkan anda buka jasa fotocopy yang targetnya mahasiswa, cari tempat usaha yang dekat kampus atau lokasi usaha yang banyak kost-kostan.
  6. Amati pola lalu lintasnya bagi calon pelanggan bisnis anda. Jika memudahkan bagi calon konsumen anda, berarti lokasi bisnis yang anda bidik punya nilai plus.
  7. Perhatikan pula tempat parkir lokasi usaha yang anda bidik tadi. Banyak sekali konsumen yang tidak mau mampir ke tempat usaha anda hanya karena tempat parkir anda yang sempit dan kurang nyaman. Terutama jika bentuknya ruko untuk buka usaha toko atau rumah makan. Tempat parkir bukan hal yang sepele. Hal yang satu ini sering menjadi bahan pengambilan keputusanapakah konsumen mau datang atau mampir ke lokasi anda atau tidak..
  8. Tanyakan angka kejahatan lokasi usaha tersebut kepada seseorang yang memenuhi kriteria sebagai pemberi informasi. Ini hal yang penting untuk anda cermati. Kalau anda sudah mendapatkan lokasi usaha yang aman, bangunlah hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Sekali anda salah memilih, bisa jadi barang anda raib karena kasus pemalakan, pencurian bahkan perampokan.
  9. Pilihlah tempat usaha yang kualitas pelayanan umumnya banyak, misal dekat dengan kantor atau pos polisi, dekat dengan pemadam kebakaran, mudah untuk akses ke rumah sakit dan lain sebagainya.
  10. Persiapkan catatan tentang rute perjalanan ke lokasi usaha anda untuk memudahkan anda jika sewaktu-waktu anda ingin mengunjungi lagi tempat usaha pilihan anda tersebut.
  11. Cari tahu bagaimana keadaan toko-toko di sekitar lokasi usaha anda dan bagaimana iklim bisnis lokalnya. Apakah ramai, sedang, sepi atau bahkan sangat berprospek.
  12. Tanyakan kepada pemerintah daerah setempat bagaimana peraturan penetapan wilayahnya.
  13. Apapun bentuk tempat usaha yang akan anda pilih, cek kelengkapan utilities-nya, seperti air pam atau sumur, telepon, listrik dan lain sebagainya.
  14. Pastikan bahwa lokasi usaha yang anda pilih dekat atau minimal mudah untuk memperoleh bahan baku atau pasokan buat usaha anda.
  15. Selain ketersediaan bahan baku, pilihlah juga lokasi bisnis yang ketersediaan tenaga kerjanya gampang. Usahahakan jangan mendatangkan karyawan dari daerah yang terlalu jauh. Kecuali kalau hal itu tidak bisa anda hindari.
  16. Perhatikan juga ketersediaan perumahan bagi karyawan. Bisa dengan perumahan yang siap huni yang memang untuk dijual, atau hanya sekedar dikontrakan.
  17. Catat berapa tarif pajak daerah, negara dan penghasilan di lokasi usaha tersebut, kemudian konsultasikan dengan konsultan pajak anda. Tanyakan apa pendapat dan saran mereka bagi anda.
  18. Segera evaluasi lokasi bisnis anda sehubungan dengan persaingan. Karena begitu anda salah mengambil langkah ini, anda bisa tergiling dalam persaingan.
  19. Terakhir, seperti yang pernah saya tulis dalam artikel prinsip bisnis pareto, cari minimal 10 lokasi usaha yang sesuai dengan kriteria anda. Kemudian pilihlah 2 tempat usaha yang terbaik untuk anda jadikan pedoman sebelum memutuskan untuk mengambil 1 lokasi bisnis yang paling tepat.
Kebanyakan ya tips penentuan lokasi usaha-nya? Moga-moga tidak. Kalau sudah siap, silahkan anda mulai berburu cari tempat usaha yang tepat sebelum keduluan orang lain seperti saya dulu. Setuju?