Almanda, Mengembangikan Produk Garmen dari Bahan Kulit
Profil UMKM Tagged ekspor, industri, produk Mei 25th, 2010 Produk garmen sudah sejak lama dikenal sebagai komoditi andalan ekspor Indonesia. Selama berpuluh-puluh tahun lamanya produk garmen Indonesia dikenal sebagai produk berkualitas di berbagai negara tujuan ekspor seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat. Bersama komoditi bahan sandang lainnya, produk garmen yang tergabung dalam kelompok komoditi tekstil dan produk tekstil (TPT) telah menduduki jajaran teratas dalam perolehan devisa bagi negara dari sektor nonmigas.Namun demikian, kategori produk garmen yang ada di dalam kelompok komoditi tekstil dan produk tekstil yang banyak dikenal selama ini adalah produk garmen yang terbuat dari bahan serat tekstil, baik serat alami (natural fiber) maupun serat sintetis (synthetic fiber). Sementara pasar produk garmen berbahan baku kulit hewan di pasar domestik maupun ekspor sampai kini belum digarap secara optimal oleh para pelaku industri garmen kulit nasional. Akibatnya, sampai saat ini, kegiatan manufaktur produk garmen dari bahan kulit hewan masih terhitung belum begitu berkembang di tanah air.
Relung pasar garmen berbahan kulit hewan yang masih terbuka itulah yang kini coba dikembangkan oleh Sri Wenda Amalia melalui usaha garmen kulit Almandanya yang berlokasi di sentra industri kulit Garut, Jawa Barat. Ketersediaan bahan baku berupa kulit jadi (finished leather) di sentra industri kulit Garut menjadi faktor pendukung utama bagi pengembangan industri garmen kulit Almanda.
Secara kebetulan, Sri sendiri lahir dari keluarga yang banyak berkecimpung dalam industri penyamakan kulit di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sampai saat ini beberapa kakak kandung Sri tetap setia menggeluti kegiatan industri penyamakan kulit. Produk kulit jadi yang dihasilkan dari industri penyamakan kulit di Garut, selain dipasok ke industri kerajinan kulit di Kabupaten Garut sendiri juga dipasok ke sejumlah sentra industri kerajinan kulit lainnya di tanah air seperti ke Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.
Sri baru memulai usaha pengembangan garmen kulit sejak tahun 2006 lalu dengan memperkenalkan model-model baru pakaian dari bahan kulit kepada masyarakat konsumen. Selain mengembangkan desain sendiri, Sri juga membuat model-model garmen kulit terbaru, baik untuk pria maupun wanita, dengan memadukan berbagai model pakaian yang sedang populer di masyarakat dengan gagasan-gagasan desainnya. Beberapa jenis garmen kulit yang telah diproduksi Almanda diantaranya jaket untuk pengendara sepeda motor, jaket kulit stelan jas, jaket/jas kulit formal untuk kaum perempuan, jaket/jas fashion dan lain-lain.
Selain menggunakan kulit jadi sebagai bahan baku utama, dalam pembuatan garmen kulit Sri juga sering mengkombinasikan bahan baku lain dengan bahan kulit jadi. Sebagai contoh, akhir-akhir ini Sri telah berhasil menciptakan desain garmen kulit yang terbuat dari bahan campuran antara kain rajut (bahan sweeter) dengan kulit. Produk garmen yang dihasilkan pun sangat indah dan menarik sehingga banyak diminati kalangan wanita.
Kini, selain memproduksi garmen kulit, Almanda juga memproduksi berbagai produk industri kerajinan kulit lainnya, seperti sepatu, tas, dompet, sarung tangan, sabuk, topi, tempat HP, gantungan kunci dan lain-lain. Dengan dibantu oleh empat orang karyawan Sri kini mampu memproduksi rata-rata 20 potong garmen kulit setiap minggunya serta sekitar 500 pieces berbagai produk kerajinan kulit lainnya per bulan.
Selain dipasarkan di kota Garut sendiri melalui sebuah toko/outlet milik sendiri, Sri juga memasarkan produk garmen kulit dan berbagai produk kerajinan kulit lainnya ke berbagai kota di tanah air. Sejumlah pembeli di berbagai daerah kini sering memesan pembuatan garmen kulit dan produk kerajinan kulit lainnya kepada Almanda seperti dari Jakarta, Bandung, Batam, Jambi dan lain-lain.
Menurut Sri, pesanan pembuatan garmen kulit saat ini telah berkembang menjadi trend baru di masyarakat. Bahkan belakangan ini Sri banyak mendapatkan pesanan pembuatan garmen kulit, terutama berupa jaket sepeda motor untuk wanita dan garmen kulit untuk fashion.
“Dewasa ini produksi garmen kulit memang sedang kami genjot karena pasarnya sedang baik. Banyak permintaan pembuatan garmen kulit yang masuk kepada kami dari berbagai kota di Indonesia,” kata Sri.
Produk garmen kulit yang diproduksi Almanda pun bervariasi mulai dari garmen kulit untuk pasar kelas bawah, pasar kelas menengah sampai garmen kulit untuk pasar kelas atas. Garmen kulit untuk kelas menengah biasanya dijual dengan harga Rp 600.000 per unit, sedangkan garmen kulit untuk kelas atas biasanya dijual dengan harga Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per potong.
http://arifh.blogdetik.com/almanda-mengembangikan-produk-garmen-dari-bahan-kulit/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar